Senin, Maret 07, 2011

Sistem perpipaan

Sistem perpipaan adalah suatu sistem tentang pemasangan, rangkaian dan aksesoris pipa yang diperlukan untuk sebuah jalur distribusi. Sedangkan sistem distribusi merupakan sistem pengaliran air dari instalasi pengolahan air minum atau sumber ke pemukiman masyarakat. Sistem perpipaan dan sistem distribusi dalam penanganannya harus dilaksanakan dengan cermat dan teliti. Karena, sistem perpipaan dan sistem distribusi sangat berpengaruh kepada masyarakat, karena tujuan utama pembuatan sistem perpipaan dan sistem distribusi adalah memenuhi kebutuhan masyarakat akan kebutuhan air bersih.

Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam penentuan jalur distribusi adalah:

Ÿ Debit

Merupakan volume air yang melewati suatu penampang dalam satuan waktu tertentu. Debit mempengaruhi diameter pipa yang digunakan.

Ÿ Tekanan

Dipengaruhi oleh beda elevasi tanah.

Ÿ Beda tekanan

Ÿ Kemiringan maksimal 15%

Perpipaan

Komponen utama untuk mendistribusikan air dari tempat pengolahan ke konsumen adalah pipa. Jenis-jenis pipa antara lain:

1. Jenis pipa berdasarkan materialnya

a. Pipa logam

Ada beberapa jenis pipa logam, antara lain:

· Pipa baja (steel pipe)

· Pipa besi tuang

· Ductlle cost iron pipe (DCIP)

· Galvanized iron pipe (GIP)

· Cost iron pipe (CIP)

· Pipa logam campuran (metal/alloy)

b. Pipa nonlogam

Beberapa jenis pipa non logam antara lain:

· Pipa beton (tanpa tulangan, dengan tulangan)

· Pipa PVC (poly vinyl chloride)

· Pipa fiber glass (GRP = Glass fiber reinforced pipe)

· Pipa asbes semen

· Pipa PE (poly ethylene)

2. Jenis pipa berdasarkan bentuk melintangnya:

a. Pipa bulat →

Digunakan untuk air minum

b. Pipa bulat telur (elips) → 0

Digunakan untuk air buangan.

3. Jenis pipa berdasarkan bentuk ujungnya:

a. Flanged end pipe (pipa ujung flens)

Terbuat dari baja dan memiliki diameter yang besar.

b. Bell and plain pipe (pipa ujung bell dan spigot)

Biasanya jenis PVC (poly vinyl chloride) atau DCIP (ductlle cost iron pipe).

c. Screwed end pipe (pipa ujung ulir)

Biasanya jenis GIP (galvanized iron pipe) dan memiliki diameter yang kecil.

d. Double plain end pipe (pipa ujung rata)

· Ujung rata biasa

· Ujung rata dengan lidah

· Ujung rata dengan takikan

Diameter pipa

Terdapat tiga istilah diameter untuk pipa bulat, yaitu:

1. Inside diameter (ID);

2. Outside diameter (OD);

3. Nominal diameter (ND).

Dalam standar ISO, ukuran pipa dinyatakan dalam stuan millimeter (mm). Nominal diameter (ND) digunakan dalam istilah perdagangan atau sebagai petunjuk spesifikasi pipa, dimana ID <>

Sambungan pipa

Ada beberapa tipe sambungan yang digunakan dalam rangkaian perpipaan, antara lain:

1. Sambungan flens (flanged joint)

Sifat sambungan flens:

· Kokoh, mempunyai flexibelitas yang sangat kecil;

· Kuat menahan getaran;

· Sanggup menahan gaya searah pipa (longitudinal) dan gaya tegak lurus arah pipa.

2. Sambungan bell dan spigot (bell and spigot joint)

Sambungan flens dapat berupa:

· Mechanical joint;

· Slip on joint.

Sifat sambungan bell dan spigot:

· Cukup flexible dalam arah longitudinal dan radial;

· Tidak kuat menahan gaya longitudinal dan tegak lurus arah pipa;

· Mudah dan cepat pemasangannya.

3. Push and joint

Push and joint ada beberapa macam, pada dasarnya memanfaatkan sifat elastisitas ring karet. Push and joint merupakan jenis pipa PVC.

Sifat sambungan push and joint:

· Tidak mampu menahan gaya longitudinal;

· Mudah dan cepat dalam penyambungannya.

4. Sambungan coupling (coupling joint)

Beberapa jenis coupling joint:

· Dresser joint, untuk pipa-pipa logam;

· Supertile, untuk pipa-pipa non logam;

· Giborit joint, untuk pipa-pipa non logam, giborit joint mirip dengan dresser joint.

Sifat sambungan coupling joint:

· flexibelitasnya cukup baik;

· Tidak begitu kuat menahan gaya longitudinal;

· Cepat dalam pemasangan;

· Dapat untuk menutup kebocoran tanpa mengganggu konstruksi pipa atau membongkar pipa yang ada.

5. Sambungan dengan penambahan material lain

Terdapat dua cara penyambungan dengan penambahan material lain, yaitu:

a. Dengan penambahan mortar semen, pada cara ini dibutuhkan pondasi yang baik sebagai penumpu pada dasar sambungan;

b. Dengan las.

6. Sambungan untuk pipa dengan ujung yang tak sama

Terbagi dua, yaitu:

a. Sambungan untuk pipa flens dengan spigot, terbagi atas dua cara, yaitu:

· Menggunakan adaptor flens dan spigot connector;

· Menggunakan coupling joint.

b. Pipa flens dengan bell atau socket.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Komentarnya di sini...