Kamis, Desember 23, 2010

Pencemaran Udara oleh Gas NO2, SO2, dan O3

BAB I

PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang

Pencemaran lingkungan semakin hari semakin meningkat dan sulit dikendalikan. Pencemaran lingkungan berasal dari tiga sumber yaitu pencemaran udara, pencemaran air dan pencemaran tanah yang masing-masing mempunyai komponen sumber pencemar yakni kimia, fisis dan biologis.

Dalam praktikum ini, kita membahas tentang Pencemaran udara yang merupakan salah satu dari berbagai permasalahan yang dihadapi oleh daerah perkotaan. Laju urbanisasi yang tinggi, motorisasi dan industrialisasi telah menyebabkan permasalahan pencemaran udara yang serius di kota-kota besar, sehingga menyebabkan pencemaran udara menjadi salah satu ancaman yang serius terhadap kesehatan masyarakat, masyarakat miskin perkotaan, dan produktivitas nasional.

1.2. Tujuan Praktikum

Ø Agar praktikum dapat mengoperasikan alat impinger sesuai dengan prosedur praktikum;

Ø Mengukur kondisi meteorologi terkait dengan perhitungan konsentrasi pencemar gas;

Ø Untuk mengetahui konsentrasi gas NO2, SO2, dan O3 di udara ambien.

1.3. Batasan Masalah

Permasalahan yang diambil adalah banyaknya sumber-sumber pencemar lingkungan. Sumber pencemar yang dibahas mengenai sumber pencemar udara yang disebabkan oleh faktor kimia yang menghasilkan gas SO2, NO2 dan O3.

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

Udara adalah unsur yang sangat penting untuk mempertahankan kehidupan manusia, binatang, dan tumbuh-tumbuhan di mana semuanya ini membutuhkan udara untuk tetap dapat mempertahankan hidupnya. Udara ambien yang dihirup oleh makhluk hidup dikenal dengan kualitas udara ambien merupakan hal pokok yang harus tetap dijaga kualitasnya, agar dapat dimanfaatkan sesuai dengan fungsinya. Udara yang tercemar mempunyai tingkat konsentrasi bahan pencemar baik dalam bentuk gas maupun padat lebih tinggi dari yang umumnya terdapat di lingkungan alam. Nitrogen dioksida merupakan pencemar udara yang berwarn coklat kemerahan dan berbau tajam. NO2 berasal dari emisi kendaraan bermotor dan kegiatan industri

Pada keadaan normal, sebagian besar udara terdiri atas oxygen dan nitrogen (90%). Tetapi, aktivitas manusia dapat merubah komposisi kimiawi udara sehingga terjadi pertambahan jumlah species, ataupun meningkatkan konsentrasi zat-zat kimia yang sudah ada. Aktivitas manusia yang menjadi sumber pengotoran/pencemaran udara adalah buangan industri, kendaraan bermotor, dan pembakaran di rumah-rumah dan di ladang-ladang. Zat-zat sebagai akibat aktivitas manusia ini dapat digolongkan pada :

Ø Zat kimia;

Ø Zat fisis;

Ø Zat biologis.

Dalam praktikum ini, kita hanya membahas tentang zat kimia pengotor/pencemar udara : sulfur dioksida, ozon, nitrogen oxida.

Sulfur dioksida, sulfur dioksida didapat baik dari sumber alamiah maupun sumber buatan. Sumber-sumber SO2 alamiah adalah gunung-gunung berapi, pembusukan bahan organik oleh mikroba, dan reduksi sulfat secara biologis. Proses pembusukan akan menghasilkan H2S yang akancepat berubah menjadi SO2 sebagai berikut :

H2S + 3/2 O2 SO2 + H2O

Gas sulfur dioksida (SO2) adalah gas yang tidak terbau bila berada pada konsentrasi rendah tetapi akan memberikan bau yang tajam pada konsentrasi pekat. Sulfur dioksida berasal dari pembakaran bahan bakar fosil, fosil seperti minyak bumi dan batubara. Pembakaran batubara pada pembangkit listrik adalah sumber utama pencemaran SO2. Selain itu berbagai proses industri seperti pembuatan kertas dan peleburan logam-logam dapat mengemisikan SO2 dalam konsentrasi yang relatif tinggi. SO2 adalah kontributor utama hujan asam. Di dalam awan dan air hujan SO2 mengalami konveksi menjadi asam sulfur dan aerosol sulfat di atmosfer. Bila aerosol asam tersebut memasuki sistem pernafasan dapat terjadi berbagai penyakit pernafasan seperti gangguan pernafasan hingga kerusakan permanent pada paru-paru. Sumber-sumber SO2 buatan adalah pembakaran bahan bakar minyak, gas, dan batubara yang mengandung sulfur tinggi. Sumber-sumber ini diperkirakan memberi kontribusi sebanyak sepertiganya saja dari seluruh SO2 atmosfir/tahun. Akan tetapi, karena hamper seluruhnya berasal dari buangan industri, maka hal ini dianggap cukup gawat. Apabila pembakaran bahan bakar fosil ini bertambah dikemudian hari, maka dalam waktu singkat sumber-sumber ini akan dapat memproduksi lebih banyak SO2 daripada sumber alamiah.

Sulfur dioksida atau SO2 adalah bagian dari Sox. Gas ini dengan mudah larut dalam air. Sumber SO2 dapat berasal dari pembakaran batubara, industri, dan kendaraan umum.

Ozon, Ozon adalah gas yang tidak stabil, berwarna biru, mudah mengoksidasi, dan bersifat iritan yang kuat terhadap saluran pernapasan. Ozon didapat secara alamiah di dalam stratosfir dan sebagian kecil di dalam troposfir, ozon juga merupakan konstituen dari smog (smoke and fog). Secara artificial Ozon didapat dari berbagai sumber seperti peralatan listrik bervoltase tinggi, peralatan sinar Rontgen, dan spektograf. Karena ozon bersifat bakterisidal, maka Ozon seringkali sengaja dibuat untuk dipakai sebagai disinfektan. Ozon termasuk ke dalam pencemar sekunder yang terbentuk di atmosfer dari reaksi fotokimia NOx dan HC.

Pencemaran ozon dapat menimbulkan dampak yang merugikan pada kesehatan manusia, pencemar ozon dapat menyebabkan kerugian ekonomi akibat ausnya bahan atau material (tekstil, karet, kayu, logam, cat, dlsb), penurunan hasil pertanian dan kerusakan ekosistem seperti berkurangnya keanekaragaman hayati.

Ozon adalah gas yang dikomposisikan oleh tiga atom oksigen. Pada tingkat dasarnya dibentuk oleh reaksi kimia antara NOx dan senyawa volatil organic (VOC). Ozon dapat menjadi efek yang baik maupun buruk tergantung pada lokasi ozon di atmosfir. Emisi kendaraan bermotor dan emisi industri merupakan sumber ozon yang buruk.

Nitrogen oxida, species nitrogen oxida yang sering didapat di dalam atmosfir adalah NO, NO2, ataupun N2O. Baik NO maupun N2O didapat dalam udara yang tidak tercemar, sedangkan N2O adalah zat yang tidak pernah ada di dalam udara yang murni. Sumber utama nitrogen oxida adalah pembakaran. Oksida nitrogen (NOx) adalah kontributor utama smog dan deposisi asam. Nitrogen oksida bereaksi dengan senyawa organic volatile membentuk ozon dan oksidan lainnya seperti peroksiasetilnitrat (PAN) di dalam smog fotokimia dan dengan air hujan menghasilkan asam nitrat dan menyebabkan hujan asam. Smog fotokimia berbahaya bagi kesehatan manusia karena menyebabkan kesulitan bernafas pada pendirita asma, batuk-batuk pada anak-anak dan orang tua, dan berbagai gangguan sistem pernafasan, serta menurunkan visibilitas. Deposisi asam basah (hujan asam) dan kering (bila gas NOx membentuk partikel aerosol nitrat dan terdeposisi ke permukaan Bumi) dapat membahayakan tanam-tanaman, pertanian, ekosistem perairan dan hutan. Hujan asam dapat mengalir memasuki danau dan sungai lalu melepaskan logam berat dari tanah serta mengubah komposisi kimi air. Hal ini pada akhirnya dapat menurunkan dan bahkan memusnahkan kehidupan air. Oksida nitrogen diproduksi terutama dari proses pembakaran bahan bakar fosil, seperti bensin, batubara dan gas alam.

Nitrogen oksida yang terjadi ketika panas pembakaran menyebabkan bersatunya oksigen dan nitrogen yang terdapat di udara memberikan berbagai ancaman bahaya. Zat nitrogen oksida ini sendiri menyebabkan kerusakan paru-paru. Setelah bereaksi di atmosfir, zat ini membentuk partikel-partikel nitrat amat halus yang menembus bagian terdalam paru-paru. Partikel-partikel nitrat ini pula, jika bergabung dengan air baik air di paru-paru atau uap air di awan akan membentuk asam. Selain itu, zat-zat oksida ini juga bereaksi dengan asap bensin yang tidak terbakar dan zat-zat hidrokarbon lain di sinar matahari dan membentuk ozon rendah atau “smog” kabut berwarna coklat kemerahan yang menyelimuti sebagian besar kota di dunia.

Nitrogen dioksida merupakan pencemar udara yang berwarna coklat kemerahan dan berbau tajam. NO2 berasal dari emisi kendaraan bermotor dan kegiatan industri.



Untuk mengetahui langkah-langkah dalam pengukuran pencemaran udara oleh gas dengan menggunakan impinger silahkan tinggalkan komentar dan e-mail anda...


Terimakasih......

13 komentar:

  1. lngkh" dlm pengukuran pencemaran udara (NOx) mnggunakan impinger tlong di kirim k email saya..
    ichaharischa@yahoo.co.id
    mkasiihh

    BalasHapus
  2. udah dikirim...silahkan dipelajri..

    BalasHapus
  3. saya juga dikimin dunk... rudy.setiawan1989@gmail.com

    klo bisa sekalian yang PM10,PM2.5,TSP dan klo ada kebisigan,opasitas dan pencahayaan jg mau. hehehe maaf bnyak bgt!!!

    trimakasih sebelumnya

    BalasHapus
  4. widhy_benn@yahoo.co.id
    krimkan bbrapa cnth proposal dgn tema pencemaran lingkungan oleh bahan beracun dnk.
    buat referensi,
    thnks

    BalasHapus
  5. ilmu yang sangat bermanfaat..
    boleh dong bagi" tentang cara pengukurannya..
    kirim ke email budi.enviro@yahoo.com
    terima kasih banyak :)

    BalasHapus
  6. bagi donk biar saya tambah tau tentang hal tesebut kepada e-mail q abipro56@gmail.com

    BalasHapus
  7. klo mo m'ubah satuan mkrogram per normal meter kubik m'jadi ppm,,,rumusnya gimana????

    BalasHapus
  8. kalo tau rumus konversi ppm dari mikrogram per normal meter kubik..........tolong kirimi q di email : ima_cendana39@yahoo.com

    BalasHapus
  9. langkh" dlm pengukuran pencemaran udara (NOx) mnggunakan impinger tolong di kirim k email saya..
    iollanatorobi@yahoo.co.id
    Terima kasih

    BalasHapus
  10. sangat bermanfaat sekali infonya, tolong dikirim juga ya.
    erik_duplet@yahoo.com
    terima kasih banyak

    BalasHapus
  11. lngkh" dlm pengukuran pencemaran udara (SO2) mnggunakan impinger tlong di kirim k email saya..
    imi_doank@yahoo.com

    BalasHapus
  12. langkah-langkah dalam pengukuran pencemaran udara oleh gas dengan menggunakan impinger

    BalasHapus
  13. Kirim juga dong kesini
    Luqman.nurhakim08@gmail.com

    Makash, maaf merepotkan :)

    BalasHapus

Komentarnya di sini...