Kamis, Februari 24, 2011

Lubuk Basung (lagi)


Kala itu aku masih kecil,,,tapak kaki ku masih lunak tuk jejaki tanah berbatu ini...
Ttetapi sudah menjadi kewajiban bagi anak2 di kampungku,untuk mengikuti pelajaran mengaji ke surau. Tak hanya aku yang masih kecil waktu itu, ada wandi dari pasar beringin, adek dari sitingkah.

Malamnya begitu gelap, cahaya bulan pun terlalu redup tuk menerangi jalan pulang kami. Tapi memang dasar anak dalam,,, malam yang pekat ini pun tak menyurutkan langkah kami..karena jika tak igkut ke surau lidi sudah menanti.Tapi sekarang ku sadar,,begitu pentingnya ajaran yang ibu berikan. Tentang hidup, tentang hidup setelah mati.

Kini ku terdampar di ibu kota yang terang benderang ini, sangat kontras dengan kampungku 15 tahun yang lalu. Ribuan mobil meyesak jalan, motorpun tak kalah menderu. Semua sibuk dengan urusan masing2 masing. Dengan satu tujuan, mevcari uang.

Jakarta, malam ini terakhir buat kita. Esokku kan terbagn menuju kota tercinta. Meski tak secerahmu, meski tak semegahmu. Lubuk basungku jauh lebih damai darimu, jauh lebih ramah darimu. Sungguh ku rindu kampung halamanku..

Selamat tinggal jakarta, esok ku kembali ke kota ku...

Jam Gadang Bukittinggi

Jam Gadang adalah landmark kota Bukittinggi dan provinsi Sumatra Barat di Indonesia. Simbol khas Sumatera Barat ini pun memiliki cerita dan keunikan karena usianya yang sudah puluhan tahun. Jam Gadang dibangun pada tahun 1926 oleh arsitek Yazin dan Sutan Gigi Ameh. Peletakan batu pertama jam ini dilakukan putra pertama Rook Maker yang saat itu masih berumur 6 tahun. Jam ini merupakan hadiah dari Ratu Belanda kepada Controleur (Sekretaris Kota).

Jam Gadang Bukittinggi
Simbol khas Bukittinggi dan Sumatera Barat ini memiliki cerita dan keunikan dalam perjalanan sejarahnya. Hal tersebut dapat ditelusuri dari ornamen pada Jam Gadang. Pada masa penjajahan Belanda, ornamen jam ini berbentuk bulat dan di atasnya berdiri patung ayam jantan.

Pada masa penjajahan Jepang , ornamen jam berubah menjadi klenteng. Sedangkan pada masa setelah kemerdekaan, bentuknya ornamennya kembali berubah dengan bentuk gonjong rumah adat Minangkabau .

Angka-angka pada jam tersebut juga memiliki keunikan. Angka empat pada angka Romawi biasanya tertulis dengan IV, namun di Jam Gadang tertera dengan IIII.

Dari menara Jam Gadang, para wisatawan bisa melihat panorama kota Bukittinggi yang terdiri dari bukit, lembah dan bangunan berjejer di tengah kota yang sayang untuk dilewatkan.

Saat dibangun biaya seluruhnya mencapai 3.000 Gulden dengan penyesuaian dan renovasi dari waktu ke waktu. Saat jaman Belanda dan pertama kali dibangun atapnya berbentuk bulat dan diatasnya berdiri patung ayam jantan.

Sedangkan saat masa jepang berubah lagi dengan berbentuk klenteng dan ketika Indonesia Merdeka berubah menjadi rumah adat Minangkabau.

Setiap hari ratusan warga berusaha di lokasi Jam Gadang. Ada yang menjadi fotografer amatiran, ada yang berjualan balon, bahkan mencari muatan oto (kendaraan umum) untuk dibawa ke lokasi wisata lainnya di Bukittinggi.

"Jam Gadang ini selalu membawa berkah buat kami yang tiap hari bekerja sebagai tukang foto dan penjual balon di sini. Itu sebabnya jam ini menjadi jam kebesaran warga Minang," ujar Afrizal, salah seorang tukang potret amatir di sekitar Jam Gadang.

Untuk mencapai lokasi ini, para wisatawan dapat menggunakan jalur darat. Dari kota Padang ke Bukittinggi, perjalanan dapat ditempuh selama lebih kurang 2 jam perjalanan menggunakan angkutan umum. Setelah sampai di kota Bukittinggi, perjalanan bisa dilanjutkan dengan menggunakan angkutan kota ke lokasi Jam Gadang.



Jam Gadang Bukittinggi
Lebih Jauh Tentang Jam Gadang:

Sepintas, mungkin tidak ada keanehan pada bangunan jam setinggi 26 meter tersebut. Apalagi jika diperhatikan bentuknya, karena Jam Gadang hanya berwujud bulat dengan diameter 80 sentimeter, di topang basement
dasar seukuran 13 x 4 meter, ibarat sebuah tugu atau monumen. Oleh karena ukuran jam yang lain dari kebiasaan ini, maka sangat cocok dengan sebutan Jam Gadang yang berarti jam besar.

Bahkan tidak ada hal yang aneh ketika melihat angka Romawi di Jam Gadang. Tapi coba lebih teliti lagi pada angka Romawi keempat. Terlihat ada sesuatu yang tampaknya menyimpang dari pakem. Mestinya, menulis angka Romawi empat dengan simbol IV. Tapi di Jam Gadang malah dibuat menjadi angka satu yang berjajar empat buah (IIII). Penulisan yang diluar patron angka romawi tersebut hingga saat ini masih diliputi misteri.

Tapi uniknya, keganjilan pada penulisan angka tersebut malah membuat Jam Gadang menjadi lebih “menantang” dan menggugah tanda tanya setiap orang yang (kebetulan) mengetahuinya dan memperhatikannya. Bahkan uniknya lagi, kadang muncul pertanyaan apakah ini sebuah patron lama dan kuno atau kesalahan serta atau atau yang
lainnya. Dari beragam informasi ditengah masyarakat, angka empat aneh tersebut ada yang mengartikan sebagai penunjuk jumlah korban yang menjadi tumbal ketika pembangunan. Atau ada pula yang mengartikan, empat orang tukang pekerja bangunan pembuatan Jam Gadang meninggal setelah jam tersebut selesai. Masuk akal juga, karena jam tersebut diantaranya dibuat dari bahan semen putih dicampur putih telur.

Jika dikaji apabila terdapat kesalahan membuat angka IV, tentu masih ada kemungkinan dari deretan daftar misteri. Tapi setidaknya hal ini tampaknya perlu dikesampingkan.
Sebagai jam hadiah dari Ratu Belanda kepada controleur (sekretaris kota), dan dibuat ahli jam negeri Paman Sam Amerika, kemungkinan kekeliruan sangat kecil. Tapi biarkan saja misteri tersebut dengan berbagai kerahasiaannya.

Namun yang patut diketahui lagi, mesin Jam Gadang diyakini juga hanya ada dua di dunia. Kembarannya tentu saja yang saat ini terpasang di Big Ben, Inggris. Mesin yang bekerja secara manual tersebut oleh pembuatnya, Forman (seorang bangsawan terkenal) diberi nama Brixlion.

Sekarang balik lagi ke angka Romawi empat, apakah pembuatan angka empat yang aneh itu disengaja oleh pembuatnya, juga tidak ada yang tahu. Tapi yang juga patut dicatat, bahwa Jam Gadang ini peletakan batu pertamanya dilakukan oleh seorang anak berusia enam tahun, putra
pertama Rook Maker yang menjabat controleur Belanda di Bukittinggi ketika itu.

Ketika masih dalam masa penjajahan Belanda, bagian puncak Jam Gadang terpasang dengan megahnya patung seekor ayam jantan. Namun saat Belanda kalah dan terjadi pergantian kolonialis di Indonesia kepada Jepang, bagian atas tersebut diganti dengan bentuk klenteng. Lebih jauh lagi ketika masa kemerdekaan, bagian atas klenteng diturunkan diganti gaya atap bagonjong rumah adat Minangkabau.



Sumber : www.kpt-bukittinggi.go.id, www.wisatamelayu.com, bukittinggikota.go.id, smaniva.blogspot.com

Lubuk Basung (terima kasih)


Lubuk Basung adalah sebuah kecamatan dan sekaligus menjadi nama ibu kota dari Kabupaten Agam, Sumatera Barat, Indonesia.

Luas wilayah seluruhnya 33,226 Ha, atau sekitar 6,33% dari luas Kabupaten Agam. Kecamatan yang berkedudukan pada ketinggian rata-rata dari atas permukaan laut 102 meter, dan suhu udara maksimum mencapai 30º C dan minimum mencapai 25º C memiliki batas-batas administratif wilayah sebagai berikut:

  1. Sebelah Utara: Kecamatan IV Nagari
  2. Sebelah Selatan: Kabupaten Padang Pariaman
  3. Sebelah Timur: Kecamatan Tanjung Raya
  4. Sebelah Barat: Kecamatan Tanjung Mutiara

Dengan pindahnya pusat pemerintahan Kabupaten Agam dari Bukittinggi ke Lubuk Basung pada tanggal 19 Juli 1993 secara defacto kemudian diperkuat dengan Peraturan Daerah Kabupaten Agam Nomor 8 Tahun 1998, maka Lubuk Basung dengan pusat pemerintahan dipindahkan ke Manggopoh. Setelah memasuki era otonomi daerah, istilah desa dan sistem pemerintahan didalamnya diubah menjadi nagari dengan sistem pemerintahan yang berpola kepada adat istiadat masyarakat Kabupaten Agam. Dengan demikian wilayah Kecamatan Lubuk Basung terbagi kedalam 5 Nagari dengan 26 jorong yang masing-masingnya yaitu:

1. Nagari Lubuk Basung

 1)Jorong Siguhung
2)Jorong Parit Panjang
3)Jorong Pasar Lubuk Basung
4)Jorong Balai Ahad
5)Jorong Sangkir
6)Jorong Surabayo
7)Jorong Sungai Jaring

2. Nagari Geragahan

 1)Bancah Taleh
2)Geragahan Tengah
3)Kampuang Caniago
4)Parit Rantang

3. Nagari Kampung Pinang

 1)Jorong Balai Selasa
2)Jorong Batang Piarau
3)Jorong Pasar Durian

4. Nagari Kampung Tangah

 1)Jorong Kampung Tangah
2)Jorong Ujung Padang
3)Jorong Batu Hampa
4)Jorong Anak Air Kumayan

5. Nagari Manggopoh

 1)Jorong Balai Satu
2)Jorong Batu Hampar
3)Jorong Sago
4)Jorong Pasar Durian
5)Jorong Kubu Anau
6)Jorong Padang Tongga
7)Jorong Anak Air Dadok
8)Jorong Manggopoh Utara

Minggu, Februari 13, 2011

dari sahabat untukmu..

Selasa 1 febuari 2011,

Hari yang dinanti, dimana tujuan ku datang kekota ini segera dimulai…

Malam sebelumnya settingan alarm di hape ku dibunyikan jam 6.00, ah terlaulu cepat.. akhirnya kuputuskan jam 6.30..

Alarm ku,, bekerja dengan sempurna,, aq terbangun sedangkan Mandan KP blum terbangun,, akhirnya dengan inisiatif sendiri aq mandi,, tanpa perdebatan seperti biasa yang kami lakukan,,,

Selesai mandi,, aq bersiap ,, dan memakai kemeja dengan celan abahan yang kemarin ku beli…

Kemudian membuat sarapan the hangat..

Jam 7.00 mandan ku belum besiap-siap dan baru akan membuat tehh…akhirnya aq berjalan meninggalkan rumah pukul 7.15..

Berjalan sejauh 700 m ,cukup menghabiskan waktu kami,, untunglah segera mendapatkan angkot jurusan warung mangga… ihhh sial angkot yang kami tumpangi baru berisi 3 orang,, sang sopir dengan leletnya menunggu distiap simpang penumpang,,

aq mulai gelisah..

hp sengaja aq genggam,, agar bisa melihat jam…

perjalanan yang biasanya menghabiskan waktu 30 menit, ternyata bisa menghabiskan waktu hamper satu jam… campur aduk antara kesel,cemas dan terbuu-buru akhinya kami turun pas di psimpangan jalan dan memutuskan bejalan kaki,,,

hamper aja hp ku hilang seandainya jika ibu yang baik itu mengatakan..

mas, hp nya ketinggalan nih…

Busyet deh,,, hampir aja…

Dengan tergesa gesa diselingi sedikit berlari akhirnya jkami tiba digerbang PT.SURYA TOTO INDONESIA..

Untunglah orang belum mulai bekerja , dan security menyuuh kami menunggu unutuk dipanggill.

Lumyan lama mengggu di pos security akhirnya kami melapor dan menyerahkan kartu pengenal kami,,,

Seperti biasa kami masuk ke perusahaan tersebut melalui jalur pejalan kaki yang berwarna hijau,, resepsionis menyuruh menunggu panggilan pak imam mutaqien..

Masuk keuangan guess oom yang ternyata cukup dingin,, entah kaena ac terlalu dingin atau kami yang mulai grogi,, kami tidak berdua dalam ruangan itu,, ada seorang murid SMKN 1 Tangsel yang melakukan PKL di tempat itu.

Akhirnya pas giliran kami,, pak imam masih menanyakan tentang yang akan kami lakukan terhadap peusahhan tersebut,bidang kp yang akan kami lakukan,,, dia sedikit merasa tidak puas dengan jawaban kami,, yang menurut saya memang sangat berbelit,,,

Dia bertamabah gerah ketika kami tidak memakai tada universitas yaitu,, Almameter,,

Fuckk… ntah mengapa bodohnya aq tidak membawa alamamater…

Akhirnya pak imam menyakan anda masuk disini atas recomendasi siapa,, saya menjawab terlalu jujur,,

Teman, temanya kakak teman saya…

Dahi pak imam mengernyit,, tndanya dia sangat bingungg…

Untungalah dengan link yang kamim dapatkan dari ibu temapt kami menginap, yaitu pak Supaldi..

Pak supaldi?... pak imam tdk mengetahui orang tersebut..

Hhhhhh..saya terinagt waktu ospek,, ketika dipessing oleh senior..

Febri dengan inisiatifnya mengeluarkan kertas dari ibu,, ternayata namanya Masad Supandi..

Ohhh pak masad,, pak imam mengomentarii..

Kenapa beliau tidak menghubungi saya dulu,, kemudian pak imam keluar mencari pak masad (our hero)

Pak masad datang,, pria kira berumur 35 thun tsb masuk dan kami menyalami…

Pak masad menyelamatkan kami,, dan sekaligus menjadi pembimbing kami diperusahhan ini..

Alhuamdulillah..

Dia juga bisa memperjuangkan kami untuk meminjam safety shoes dan helm walaupun itu barang second hand.. dan memperjuangkan kami agar kami dapat tinggal di mess, diaman hanya ditemapti oleh karyawan…

Kami menyesuaikan jadwal Kp dengan bapak tersebut.. dan ternyata kami KP senin – jumat pkl 09.00-3.30 wib…

Akhirnya kami tdk jadi ngantor hari ini,, tapi gak apa-apa lah..

Kemudian kami memutuskan pergi jalan – jalan,, karena kami pikir terlalu cepat pulang, padahal jam belum menunjukan pukul 10.00…

Kami memutusakn naik angkot jurusan BSD – Cikokol..

Naik angkot ketempat yang kami belum pernah sama sekali kesana.. demgan modal nekat kami ke angkot tersebut..dan berjalan menuju Cikokol.. niat kami sih pengen ke karawachi…

Kami agak tersesat dan memutusakn naik taksi menuju karawachi… tapi taksi tak kunjung berhenti, setelah berjalan cukup lama kami memutuskan naik angkot jurusan cikokol – BSD…

Hhhhhh.. perjalan panjang menuju BSD dengan ongkos yang mahal kami tuun di BSD… berputar-puta r tak jelas ,,, tak terasa perut mulai keroncongan…

Feby denagn pedenya mencari angkot dengan jurusan yang salah.. untungnya saya dapat ingat.. dan hamper saja kami pergi tak tentu arah..

Next destination ITC BSD,,,

BSD jam 11.00 msh lengang ..kemudian kami langsung mencai tempat makan dilantai 2..(food cout).. awalnya pengen ke MC.D tetapi kemudian memutuskan makn di KFC saja..mengambil paket mantap dan sebuah Chicken Fillet…

Habis makan langsung pulangg…

Dengan mata yang sangat berat kami pualng… ternyata rumah terkunci.. untunglah tak lama kemudian si putri datang,, dan akhirnya kami istiahat,,,,

Enough for this time…

Next adventures tomorrow…

End

Boris afdhal Anwar…


Senin, Januari 31, 2011

Terlantar (masih) mr.Totoer 3






Seperti biasa jam WAKER pun tak berkutik membangunkan kami berdua...
Menurut riset yang dikembangkan oleh seseorang yang tak mau disebut namanya,,,ada beberapa kemungkinan yang menyebabkan tidak efektifnya jam waker. Batu bara di telinga, salah satu penyebab yang paling kuat...selanjutnya, faktor eksternal...baik itu kasur, bantal,,maupun sesorang yang tidur di samping anda...(tpi faktor ketiga kayaknya tidak mengkin). Masa seorang febry mau tidur lama2 di samping borris,,,begitu juga sebaliknya,,,tpi entahlah,,,waktu akan menjawab semuanya...


Perebutan kamar mandi pun berlangsung,,,tpi di sini beda. Kami malah berebut urutan mandi nomor 2 dari dua orang. Aksi tolak menolakpun berlangsung sengit tanpa ada wasit.

Borris : mandi lah ang lu a....
febry : ndak ah...dulu lah ang...
Borris : Aden ol a....(sungguh alasan yang tidak manusiawi)
Febry : ol nyo mah...aden sadang mancas hape a...
Entah bagai mana caranya,,,akhirya kami mandi juga karena mengingat banyaknya kegiatan yang akan dikerjakan.

HARI INI MINGGU DAN SAATNYA BERGEMBIRA

Jika kita melakukan kebaikan terhadap seseorang,,maka akan ada orang yg akab berbuat baik kepda kita,,,sepertinya hukum ini berlaku padaku...
Bapak zul, mawu mengantar kami menuju kota tua,, tanpa kesulitan kota tua pun sudah di depan mata.


Matahari yang semakin menggila,, mengiringi langkah kami membelah lautan manusia. Di depan museum wayang berdiri wanita berbaju putih yang telah rela menuggu kedatangan kami satu jam yang lalu.Sendirian. Uni tercinta Ayu lestari TL 05 UNAND (Makasih un)
Basa-basi, kangen-kangenan------->>>

Tujuan pertama adalah museum BI....
Hawa sejuk menyambut kedatangan kami di sini. Daftarin nama dan kami diberi selembar kertas...

"mas dan mbak,,,klo bisa jawab pertanyaan yang ada di kertas ini dengan benar,,nanti diberi hadiah..."
Waaaahhhhh..hadiah....
Mendengar kata hadiah,, darah muda kami menggelora (ndak ado gai doh)...kami pasti bisa jawab.

Lorong demi lorong kami lewati...eh,,,ada yang aneh,,,tanpa lupa dokumentasi sebagai bahan cerita untuk teman-teman nanti dan untuk cucu-cucuku kelak...(kake pernah ke sini)
Pic-nya lihat sendiri....
Hahahah...alangkah senangnya hidup ini,,,jika hidupku selalu melihat sesuatu yang baru..semua terlihat ini begitu indah...di gedung ini terekam bagaimana perjuangan perekonomian indonesia dan uang2 yang digunakan....mulai dari uang berbentuk kupon hingga uang berbentuk UPIL....

Pertayaan pun terjawab sudah,, dengan semangat kami kembali ke tempat pembelian tiket...

"mbak.,..ini lembar jawaban kami"

"oh,,iy...jawaban adek2 betul semua,,,selamat ya"
sambil memberikan kartu penitipan barang (sambil senyum)...
tertipu sudah,,,,,,hadiahnya cuma "terimakasih"....Padahal "terimakasih" ku udah banyak...
Ya sudahlah...

Ternyata kecurigaan kami selama di musem benar, ada seseorang yang mengikuti kami dari pintu depan,, Bapak2, berkemeja hitam, umur 60an.. Kami di cegat.....

bapak ;adek dari mana...????
kami : universitas andalas pak
setelah cascicus 15 menitan....ternyata si bapak nawarin kami tuk ngolah uang kertas bekas...(beuh...kirain kelompok baju hitam yang meracun shinichi kudo dalam komik conan)..

Dengan wajah yang serius kami berkata :
wah...klo itu bisa di jadiin absorben ataw aksesoris..tpi kami harus lihat dulu,,karakteristik limbahny.....
ya..adek2 datang aj ke............nanti di sana bisa ambil limbahnya...
ya...pak...( iyo2 tpi indak,, palapeh sagan urang minang)..


.................................................................................................................................................


Dewi fitri maryanti dan irwan maryon...sepasang kekasih yang di mabuk cinta....
Penantian kami terasa begitu panjang.. mereka juga belum datang....padahal janji jam 10 pagi..skrang udah jam 2 siang...jam karet yang luar biasa,,terlalu lentur....
WTC....Lautan manusia,,beraneka ragam,ada yng putih, ada yang hitam, ada yang ini ada yang itu....Klo mau bikin dosa,,,di sini bisa jadi tempat pertimbangan...lirik kiri-lirik kana..WWWWAAAAAAAAAAAAAAHHHHHHHHHHH.....


Akhirya uda irwan dan uni dewi datang juga,,,,wuihhh...dmana2 ada da iwan..ndak di padang ndak di jakarta,,,huaaagggghhjkkk......
Cacing dalam perutpun sepertinya telah kelelahan juga melakukan demonstrasi sejak tadi, Tuk memamanjakn perut...mari mampir ke ES TELER 77.....Tanpa ampun,,kami pesan sepuasnya...slagi Gratis....dan partai kape pun beraksi.....


WWWAAHHHH...Perjalananny terlalu panjang...supaya tidak memusingkan,,mari dipendekan..
NAH....selanjutnya kami pegi ke Plaza Semanggi...dan bertemu sama uda purnadi dan uda hengky...
biasalah...tradisi traktiran berlajut,,, sekarang tempatnya berbeda.. SOLARIA Dinning Sky Lantai 10...
Wuisssh...dari sini kelihatan pesona jakarta....begitu eksotis...derai tawapun membahana,,nostalgia ospek, pembuatan tebe maupun pengalaman kerja..benar-benar memakan waktu...
tak terasa...langit jakarta mulai gelap dan gemerlap langit jakarta menambah keeksotis kota ini..selanjutnya kami meninggalkan jejak,,dengan mengambil beberapa photo...
Malam semakin larut...akhirnya kami putuskan menginap di tempat uda irwan maryo di Pramuka lia,,kami kesana dengan busway....

zzzzzzzzzzzzzzzzzz......................











Sabtu, Januari 29, 2011

Usai Pelarian


Terpapah hilang langkah tuk kejar, Terbuai angan tuk kelar, terhunus nadi terkapar.
Hanya hembusan malam tanpa tangis, hambar.
Segala haru telah terlipat di bawah bantal malam ini, berlalu bersama mimpi
sejenak berkabung dalam ingat.
Hanya nyata tuk bukti, apa yang selami sel akut dalam hati
Menyiksa bagai laut hilang gelombang, membunuh bagai panas hilangkan hujan
Beberapa malam angan terjebak asa, tak mampu melawan hingga tak setara terasa
Mungkin tersesat, dan tak lagi ingin beranjak.
Saat melangkah, ranah tak lagi terusik. Bila pulang tanah tak lagi menjamu.
Lantas pelarian ada, mengapa disemai tamu tanpa himbauan.
Nyatanya angan dustai hati yang ingin. Berupaya menolak siksa ke batin
Berurai tangis ke lembah sesal, tak berdesir
dalam.

Berapa langkah lagi dusta mengalir, di sisi lain hati tak ingin.
Disisanya berlari kejar menggapai. Tak terjejaki, namun sampai.
Berulang masa, bosan terasa. Tak hirau putari, Bagai merah jarum jam merangkak.
Kitari angka yang tak tau makna.

Namun di saat nanti ada jelmaan ranah yang hilang. Tak dusta tanah sambut kenangan.
Tak usik mimpi yang kan temui. Tak sesat terjebak asa yang kelabui.
Pelarian usai, dalam kenang.


ando parin---

pelarian sang pecundang


ahh,
Malam ini terlalu larut sayang, bukan aku tak mau pulang, hanya fikiranku terbelenggu asa,hilang
Jika suatu saat kau bertanya, lihatlah di penjara, di sana cintaku terpidana, mati
Bukan ia ingin lepas, namun rasa tak pantas
Dibalik terali ini, kuukir pelarian bodoh kepada tulisan, yang tak mampu ‘tuk ungkapkan.
Jika nanti kau buka, lihatlah ukiran itu, tentan pelarian sang pecundang

Tapi tidak,
sebentar lagi, ku pinjam nafas sang malaikat, yang tak miliki rasa,
hingga ada kekuatan,lenturkan lidah yang kaku, berbicara,
ah, kau menghayal kawan, jika kau pinjam nafasnya, apa setelah itu kau masih rasakannya?
Mungkin kau ‘kan gantikannya ‘tuk sujud, tanpa rasa apa-apa.

Disana kan terjadi sesal,kau tak punya rasa,kau tak sakit, kau tak cinta, kau tak sayang.
juga,
Kau tak pecundang,kau tak pengecut, kau tak terpenjara.

Ah, biarlah terpenjara, asal tak habis puja,
Biarlah pecundang, asal tak terkikis rasa,
Biarlah pengecut, dengan itu tercipta suara,

“dalam diam ada pujaan,dengan keterkurungan ‘tuk ungkapkan.”




Ando parin....